Minggu, 23 September 2012

Kebutuhan Karyawan Setiap Bulannya

Kebutuhan Karyawan Setiap Bulannya. Atawa yang gampang -gampang ajah

1. Pembersih Wajah
-awal bulan: Loreal
-tengah bulan: Biore
-akhir bulan: Mama Lemon juga Ga Pa Pa... !

2. Hand Phone
-awal bulan: Teleponan
-tengah bulan: Sms'an !!
-akhir bulan: Sms "Ini Mama, mama sekarang lagi di kantor polisi..."

3. Cemilan
-awal bulan: Coklat Import !!
-tengah bulan: Wafer !!
-akhir bulan: Kerupuk..!!!!

4. Makanan
-awal bulan: Pizza ...
-tengah bulan: Pecel Lele!!
-akhir bulan: Indomie... !!!

5. Minuman
-awal bulan: Starbuck !!
-tengah bulan: Es Jeruk !!!
-akhir bulan: Air Putih paling sehat...!!!!

6. Tongkrongan
-awal bulan: Grand Indonesia
-tengah bulan: ITC Mangga Dua!!
-akhir bulan: Pasar Pagi...!!!!

7. Cucian
-minggu awal: Laundry!!
-minggu tengah: Cuci Sendiri !!
-minggu akhir: Side A - Side B !!!

8. Parfum
-awal bulan: White Musk (Body Shop) !
-tengah bulan: Axe !!
-akhir bulan: Rapika 3 in 1 !!!

9. Kencan
-awal bulan: Nonton BioskopXXI (Premiere)
-tengah bulan: DVD Bajakan
-akhir bulan: RCTI Oke~ !!

Just humor, apakah kamu mengalaminya?

Selasa, 18 September 2012

[Inilah] 6 Sifat Buruk Perempuan yang Tak Layak dijadikan Istri

1. Al -Anaanah ...

Banyak keluh kesah. Yg selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak redha dg pembelaan dan aturan yg diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yg tak cukup.



2. Al-Manaanah ...

Suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang hendak membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam2 padanya.

3. Al-Hunaanah ...

Ingin pada suami yg lain atau berkenan kpd lelaki yg lain. Sangat suka membanding-bandingkan suaminya dg suami/lelaki lain. Tak ridho dg suami yg ada.

4. Al- Hudaaqoh ...

Suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yg dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.

5. Al -Hulaaqoh ...

Sibuk bersolek atau tidur atau santai2 dll hingga lalai dg ibadah-ibadah wajib dan sunnah, seperti sholat, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dg anak2, dll.

6. As-Salaaqoh ...

Banyak berbicara, menggosip. Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ini bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dg telpon, SMS, internet, BBM dan macam2 cara yang lain . Yg jelas isteri spt itu asyik menyusahkan suami dg kata2nya yg menyakitkan..

Sahabat , semoga kita semua para istri dan calon istri, terlindung, dijauhkn terhindar dari sifat tsb diatas.. Aamiin

sumber : www.detik77.com

Godaan Tablet Ada di Gaya Hidup Bukan Fungsi

Pasar komputer tablet di Indonesia memang terus berkembang, bahkan berpotensi menggerus pasar netbook, yang selama tiga jadi primadona.

Meski demikian, ternyata masih banyak orang Indonesia yang membeli tablet karena kebutuhan gaya hidup, bukan karena fungsi.

Hal itu dikemukakan Darwin Lie, Associate Market Analyst for Mobile Phone and Media Tablet dari IDC Indonesia.

"Masyarakat pengguna tablet di Indonesia, belum menggunakan tablet secara full. Belum banyak orang yang benar-benar mengerti teknologi tablet," ujar Darwin, di Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Menurutnya, kebutuhan masyarakat membeli tablet masih dipengaruhi faktor gaya hidup dan untuk meningkatkan citra diri sendiri.

Darwin menambahkan, pasar di Indonesia memang bisa dibilang unik. Masyarakatnya selalu menjadi trend follower, bukan trend setter.

Namun ketika suatu produk tidak lagi tren di luar negeri, masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan dan menyukai produk tersebut.

Pada kuartal pertama tahun 2012 ini, diprediksi akan ada beberapa tablet yang diluncurkan di Indonesia.

Pembeliannya diperkirakan baru akan meningkat pada kuartal ketiga atau keempat, ketika harga tablet itu mulai turun.

Sumber : tekno.kompas.com

Rabu, 12 September 2012

GIATLAH MENCARI NAFKAH KEMUDIAN TAWAKKAL


Kesalahan memahami hakekat tawakal kerap menjerumuskan orang ke dalam kegagalan dunia-akhirat. Agar tidak termasuk golongan ini, pahamilah keterkaitan antara kerja keras dan tawakal yang diperintahkan. Berusahalah. Bekerjalah. Penuhi kebutuhan hidupmu sendiri. Perangi kemalasan. Jangan tergantung pada orang lain. Imam Ahmad pernah ditanya mengenai seorang lelaki yang hanya duduk-duduk di rumah atau di masjid, seraya berkata, “Aku tidak mau bekerja sedikit pun, karena rezekiku akan datang sendiri.” Maka beliau berkata,”Ia orang yang tidak paham agama.” Selanjutnya Imam Ahmad berkata, “Para sahabat dulu berdagang dan bekerja dengan pohon kurmanya. Padahal merekalah teladan kita.” (Fathul Bari, 11/305-306) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya giat bekerja dan berusaha keras mencari rezeki guna menjaga kehormatan diri dan masa depan keluarga. Beliau bersabda: “Berusahalah untuk mencari sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah. Jika sesuatu terjadi padamu, maka jangan katakan, ‘Seandainya aku melakukan hal ini, pasti tidak seperti ini. Namun katakanlah, ‘Ini takdir Allah dan apa yang telah Dia kehendaki pasti Allah lakukan. Karena berandai-andai itu membuka peluang untuk setan.” IKHTIAR MENCARI NAFKAH Beberapa hal dapat ditempuh seorang Muslim untuk mendapatkan, menjaga dan mengembangkan usaha agar memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Di antaranya:

1. Bertakwa Imam Ar Raghib Al Ashfahani memberikan definisi takwa sebagai “menjaga jiwa dari perbuatan berdosa, dengan meninggalkan segala yang dilarang; dan takwa bisa menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan (karena syubhat, ed.).” (Al-Mufradat fi gharibil Quran, hal. 531) Anjuran menjaga ketakwaan berkaitan erat dengan upaya mencari nafkah. Bekal takwa akan menjadi rambu-rambu dalam mengais rezeki nya sehingga dia bisa menjamin bahwa uangnya halal. Dari Abdullah bin Mas’ud Radliallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dan ambilah yang baik dalam mencari rezeki (ambil yang halal dan tinggalkan yang haram). Seimbang dalam berusaha dan menuntut ilmu.” (HR. Hakim) Seorang Muslim yang bertakwa dituntut berlaku seimbang antara menuntut ilmu dan mencari nafkah. Kekuatan ilmu dan harta yang bersinergi baik akan melahirkan kekuatan dasyat dan pengaruh positif bagi dakwah dan kebangkitan umat.

2. Profesional Adalah kewajiban seorang Muslim bekerja profesional, baik untuk pekerjaan skala kecil maupun skala besar. Jika sebuah pekerjaan dilakukan secara profesional, insya Allah akan menghasilkan keuntungan maksimal.

3. Menjaga waktu Bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam bekerja adalah bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk hal yang bermanfaat, terkait urusan dunia dan akheratnya, sehingga tidak ada waktu untuk hal yang sia-sia.

4. Amanah Amanah adalah sifat yang sangat agung. Allah dan rasul-Nya memerintahkan kepada setiap Muslim untuk menunaikan amanah yang diembannya dan tidak berkhianat, sekecil apa pun amanah tersebut.

5. Istiqamah Seorang Muslim harus istiqamah dalam menuntut ilmu, beribadah dan berusaha maksimal menjalankan usaha dan meniti hidupnya.

6. Perbanyak doa Doa sangat bermanfaat dalam segala hal, baik belum atau setelah terjadi. Orang sombong enggan berdoa dan minta kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau berdoa kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir [40]: 60) Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Doa adalah ibadah.” (HR. Ibnu Hibban, Abu Daud, Turmudzi, dan dishahihkan al-Albani). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Pemalu, lagi Maha Pemurah. Dia malu jika seseorang menengadahkan tangannya (meminta) kepada-Nya, kemudian dia menarik tangannya dalam keadaan hampa tanpa mendapat apa-apa.” (HR Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani). Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sabtu, 08 September 2012

Mitos Salah Tentang Makanan Organik

Seiring perkembangan jaman yang semakin pesat, kebanyakan orang semakin pintar dalam memilih menu makanan sehat. Kesadaran dan kemampuan masyarakat mulai terlihat tentang bahaya makanan kimiawi dan menjadikan makanan organik tak lagi sebagai makanan alternatif, namun telah menjadi kebutuhan rimer dalam menjalankan tips kesehatan. Dalam artikel sebelumnya kenzoo pernah share mengenai tips membuat makanan sehat dan bergizi, maka berikut ini mari kita ulas tentang Mitos Salah Tentang Makanan Organik Makanan organik belakangan ini semakin diminati oleh masyarakat karena mampu menunjang gaya hidup sehat. Namun tak sedikit masih memiliki pemahaman yang salah tentang makanan organik tersebut. Dan berikut ini adalah beberapa Mitos Salah Tentang Makanan Organik . 1. Mahal Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa makanan organik mahal harganya. Jika kita lebih jeli dan teliti dalam hal perhitungan sebenarnya makanan organik tidak mahal jika kita bandingkan secara subtansial yaitu dengan membeli langsung ke petani. Karena selain murah kita juga bisa mendapatkan kualitas tanaman yang masih segar. Meski pada awalnya biaya yang dikeluarkan memang sedikit lebih tinggi dibanding makanan pada umumnya, namun jika kita melihat dari sisi kesehatan maka makanan organik adalah pilihan tepat dan lebih murah. 2. Tumbuh Secara Alami. Kebanyakan orang beranggapan bahwa makanan organik hanya tumbuh di hutan atau tumbuh secara alami di kebun. Tanaman tersebut tidak terawat dan tumbuh besar dengan sendirinya tanpa perawatan. Hal ini adalah sebuah kesalahan yang umun yang biasa dipikirkan orang. Sebenarnya makanan organik bisa dikembangkan dan ditanam di perkebunan dengan pengelolaan yang terlatih. Produk yang dihasilkan juga tidak mengandung bahan kimia dan ditanam tanpa bibit hibrida. Jadi makanan organik bisa menjadi kebutuhan anda untuk menghindari beberapa makanan yang mengandung borak dan formalin yang sekarang ini sangat banyak dijumpai dipasaran.. 3. Vegetarian Sebuah pemahaman dan Mitos Salah Tentang Makanan Organik yang juga sering berada dalam pemikiran orang adalah bahwa makanan organik adalah vegetarian. Tentu saja hal itu tidaklah benar karena sebagian makanan organik adalah daging atau unggas yang terbebas dari obat-obatan kimia dan tidak mengandung racun. Jadi bagi anda yang menyukai daging, anda tidak perlu kawatir bahwa yang bisa menikmati lezatnya makanan organik hanya bagi kaun vegetarian, karena andapun bisa memperoleh bagian dari program tips kesehatan pada menu makanan anda dengan tetap mengkonsumsi daging organik yang bebas bahan kimia. 4. Hijau Satu lagi pemahanan salah terkait makanan organik adalah bahwa makanan organik itu berwarna hijau. Seperti penjelasan diatas bahwa daging juga bisa dikembangkan menjadi makanan organik, jadi ini adalah contoh yang paling mudah untuk menyangkal mitos tersebut. Penentuan makanan organik sendiri ditentukan oleh suatu badan pemerintahan yang berwenang dan berkompetensi memberikan label organik pada suatu jenis makanan. Jadi, anda bisa dengan mudah mendapatkan makanan organik tanpa harus kerepotan memilih mana yang organik dan mana yang bukan. 5. Khusus Dewasa. Dan selanjutnya Mitos Salah Tentang Makanan Organik yang biasa berada pada pemahaman kebanyakan orang adaalah, bahwa makanan tersebut hanya diperuntukkan bagi orang dewasa, tak ada makanan organik bagi bayi dan anak anak. Ini merupakan sebuah kesalahan yang besar karena makanan organik untuk bayi sudah banyak dijual di beberapa swalayan dan toko toko. Dan semestinya, para bayi dan anak anaklah yang paling penting dalam mendapatkan asupan gisi dan makanan yang sehat yang bisa didapat dari makanan organik demi kesehatan dan menopang tumbung kembang anak itu sendiri. Dengan memberikan makanan organik kesehatan anak akan lebih terjamin dan menghindari makanan yang membahayakan bagi anak anda seperti ulasan kemarin tentang Bahaya Junk Food Bagi IQ Anak Anda. Dengan mengetahui beberapa pemahaman yang sebenarnya tentang makanan organik, diharapkan anda dan khususnya bagi orang tua dapat memberikan menu makanan yang sehat bagi keluarga untuk menjalankan tips kesehatan dalam program hidup sehat anda. Demikian sedikit ulasan tips kesehatan tentang Mitos Salah Tentang Makanan Organik yang bisa kenzoo bagikan buat para sahabat.

Jumat, 07 September 2012

Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."
Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..." Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..." Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..." Si Penghapus adalah Orang Tua kita... Si Pensil adalah diri kita sendiri.... Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya... Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya... Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu... Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil... (Bertambah tua dan akhirnya meninggal). Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri), Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih. "Hingga saat ini... Saya masih menjadi Si Pensil... Hal itu sangat menyakitkan diri saya... Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu. Kelak suatu hari... Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..." Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian... PARENTS are The Most In Life Dari Sumber Lain : www.detik77.com

Rabu, 05 September 2012

Sang Ustadz

Cerita ini diawali dari perayaan Idul Adha pada kampung di pinggir sebuah kota besar. Seperti biasa, Orang-orang kaya di kampung itu selalu berlomba-lomba memberi sapi dan kambing sebagai korban. Dan sesuai dengan kebiasaan pula, sesudah Maghrib selalu diadakan semacam perayaan dan pengajian Idhul Adha. Seorang ustad yang cukup terkenal didatangkan dari kampung lain untuk memberi ceramah. Sesudah dipanggil oleh pembawa acara, sang ustad naik ke mimbar. Ustad itu mengenakan baju muslim lengkap. Baju koko yang disetrika licin, sarung, dan peci telah terpakai manis di tubuhnya. Sambil tersenyum, sang ustad tadi bertanya kepada yang hadir di situ, “Coba tebak, apa agama saya?” Sambil senyam-senyum hadirin itu serentak menjawab “Islaaam..” Lalu Ustad melepas pecinya. Kemudian bertanya lagi, “Apa agama saya?” Hadirin pun menjawab lagi, “Islaaam..” Sang ustad melepas baju kokonya dan berganti dengan tshirt lusuh. Tidak hanya itu, ia juga melepas sarungnya. Ternyata dia masih menggunakan celana pendek selutut di balik sarung tersebut. Sekarang sang ustad hanya memakai tshirt lusuh dan celana pendek selutut. Kemudian ia melontarkan pertanyaan retoris pada hadirin, “Apakah anda semua masih yakin saya Islam?”. Belum sempat para hadirin menjawab, sang ustad berkata lagi, “Seperti inilah cara Tuhan melihat umatnya… khotbah selesai, sekian dan terima kasih.” Sambil tersenyum ustad itu turun dari mimbar diiringi puluhan mata yang menatapnya sambil tertegun dan bingung.

Ujian Susulan

Ujian Susulan Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan. Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus. Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru. mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan. Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama. Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum. Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran. Di soal kedua tertulis: “Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”

BOS DAYAT- BERBAGI CERITA: Berbuat Baik Pada Sesama Mampu Mengurangi Stress

Berbuat baik untuk orang lain ternyata bisa meningkatkan kesehatan seseorang dan mengurangi stres. Dengan berkurangnya level stres, maka akan berdampak positif pada penampilan seseorang secara keseluruhan. Demikian hasil penelitian berdasarkan gerakan sosial bernama Pekan Berbuat Baik pada Manusia (Be Kind To Humankind Week) yang dilakukan tanggal 25-31 Agustus tiap tahunnya. Penelitian menyimpulkan jika seseorang dalam kerangka pikiran kasih sayang dan dukungan pada orang lain, akan memiliki kesehatan lebih baik dibanding orang yang tidak melakukannya. Berbuat baik bahkan terbukti meningkatkan dopamine di otak, membuat seseorang merasa tenang dan gembira. Selain itu, kebaikan hati juga bisa meningkatkan penghargaan pada diri sendiri, mengurangi kegelisahan dan menggerutu. Masih menurut penelitian yang sama, alasan utama semua perasaan positif ini timbul sangatlah sederhana. Karena kita menghabiskan waktu lebih sedikit untuk merasa khawatir dan gelisah. Kemudian mencurahkan waktu tersebut untuk membantu masalah orang lain. Namun diingatkan, jangan berbuat baik secara berlebih. Sebab, jika Anda membantu orang lain di atas kemampuan diri, malah akan berefek negatif pada kesehatan dan kebahagiaan. Para peneliti percaya jika sifat mementingkan orang lain ini berhubungan erat dengan interaksi antar manusia. Hal ini juga membantu kita sebagai makhluk hidup untuk berteman bahkan menemukan pasangan. Secara sosial, hal ini juga membuat masyarakat berjalan dengan berkurangnya tugas individual dengan saling membantu satu sama lain. (Sumber: UK Lifestyle)

Selasa, 04 September 2012

Orang Pintar vs Orang Bodoh

Saya Kuliah Mencari Ilmu, Bukan Mencari Kerja !! Saya Calon Sarjana “BODOH” Posted by gogoklik Labels: Dunia Kita, Dunia Pendidikan, gogo, Pesan Moral dan Motivasi Masa sih cape-cape kuliah malah jadi pengangguran ?? Sebenarnya sulit untuk masuk ke pikiran masyarakat yang masih tabu akan pentingnya ilmu itu. Jujur, saya kuliah bukan untuk mencari kerja tapi saya mencari ilmu. Jika saya kuliah untuk mencari kerja, “BODOH” itu namanya. BODOH ?? ya. Saya bilang betapa bodohnya diri saya. Jika anda belum paham dengan tulisan saya, saya akan beri penjelasan mengenai orang bodoh vs orang pintar yang saya ambil dari “MARIO TEGUH” : Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis… Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar ‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan. Saya yakin pasti akan timbul pertanyaan.. 1. Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh?? 2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ??? 3. Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh?? 4. Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh?? intinya jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh. Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh… Diamanakah posisi anda saat ini… Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang… Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan. Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi… Terima Kasih…..saya hanya calon sarjana yang “bodoh”!!